Visi Magister Akuntansi Universitas Widyatama

Menjadi wahana ilmu terapan dalam bidang akuntansi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang profesional, handal, berintegritas tinggi, berwawasan global sehingga mampu meningkatkan sumber daya bangsa yang berkualitas yang memiliki keunggulan bersaing (nation competitiveness) More »

Visi Fakultas Desain Komunikasi Visual

Menjadi Fakultas Desain Komunikasi Visual yang dapat menghasilkan sumber daya manusia profesional dibidang Desain Komunikasi Visual, berbudi luhur, senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan global. More »

Visi Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama

Menjadi Fakultas Ekonomi yang dapat menghasilkan sumber daya manusia profesional dibidang Akuntansi, berbudi luhur, senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan global. More »

Visi Fakultas Teknik Universitas Widyatama

Menjadi Fakultas Teknik yang dapat menghasilkan sumber daya manusia profesional dibidang teknologi, berbudi luhur, senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan global. More »

Visi Fakultas Bahasa Universitas Widyatama

Menjadi Fakultas Bahasa yang dapat menghasilkan sumber daya manusia profesional dibidang bahasa, berbudi luhur, senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,serta mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan global More »

 

Paradigma pengembangan PL : Model Sekuensial Linier ( Waterfall )

Model Sekuensial Linier sering disebut Model Air Terjun merupakan paradigma rekayasa perangkat lunak yang paling tua dan paling banyak dipakai. Model ini mengusulkan sebuah pendekatan perkembangan perangkat lunak yang sistematik dan sekunsial yang dimulai pada tingkat dan kemajuan sistem pada seluruh analisis, desain , kode, pengujian, danpemeliharaan.

Model Sekunsial Linier mengikuti aktivitas-aktivitas yaitu:

a. Rekayasa dan Pemodelan Sistem/Informasi

Karena perangkat lunak merupakan bagian dari suatu sistem maka langkah pertama dimulai dengan membangun syarat semua elemen sistem dan mengalokasikan ke perangkat lunak dengan memeperhatiakn hubungannya dengan manusia, perangkat keras dan database.

b. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

Proses menganalisis dan pengumpulan kebutuhan sistem yang sesuai dengan domain informasi tingkah laku, unjuk kerja, dan antar muka (interface) yang diperlukan. Kebutuhan-kebutuhan tersebut didokumentasikan dan dilihat lagi dengan pelanggan.

c. Desain

Proses desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada : struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural.

d. Pengkodeaan (Coding)

Pengkodean merupakan prses menerjemahkan desain ke dalam suatu bahasa yang bisa dimengerti oleh komputer.

e. Pengujian

Proses pengujian dilakukan pada logika internal untuk memastikan semua pernyataan sudah diuji. Pengujian eksternal fungsional untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa input akan memberikan hasil yang aktual sesuai yang dibutuhkan

Pemeliharaan

Perangkat lunak yang sudah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan dengan lingkungan (peripheral atau sistem operasi baru) baru, atau karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional atau unjuk kerja.

PL1

Keunggulan dan Kelemahan Model Sekuensial Linier

a. Keunggulan

1. Mudah aplikasikan

2. Memberikan template tentang metode analisis, desain, pengkodean,   pengujian, dan pemeliharaan.

b. Kelemahan

1. Jarang sekali proyek riil mengikuti aliran sekuensial yang dianjurkan model karena model ini bisa melakukan itersi tidak langsung . Hal ini berakibat ada perubahan yang diragukan pada saat proyek berjalan.

2. Pelanggan sulit untuk menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga sulit untuk megakomodasi ketidakpastian pada saat awal proyek.

3. Pelanggan harus bersikap sabar karena harus menunggu sampai akhir proyek dilalui. Sebuah kesalahan jika tidak diketahui dari awal akan menjadi masalah besar karena harus mengulang dari awal.

4. Pengembang sering malakukan penundaan yang tidak perlu karena anggota tim proyek harus menunggu tim lain untuk melengkapi tugas karena memiliki ketergantungan hal ini menyebabkan penggunaan waktu tidak efesien.

Kapan Waterfall Model Digunakan?

Teori-teori lama menyimpulkan ada beberapa hal, yaitu:

  1. Ketika semua persyaratan sudah dipahami dengan baik di awal pengembangan.
  2. Definisi produk stabil dan tidak ada perubahan saat pengembangan untuk alasan apapun seperti perubahan eksternal, perubahan tujuan, perubahan anggaran atau perubahan teknologi. Untuk itu, teknologi yang digunakan pun harus sudah dipahami dengan baik.
  3. Menghasilkan produk baru, atau versi baru dari produk yang sudah ada. Sebenarnya, jika menghasilkan versi baru maka sudah masuk incremental development, yang setiap tahapnya sama dengan Waterfall kemudian diulang-ulang.
  4. Porting produk yang sudah ada ke dalam platform baru.

Dengan demikian, Waterfall dianggap pendekatan yang lebih cocok digunakan untuk proyek pembuatan sistem baru. Tetapi salah satu kelemahan paling dasar adalah menyamakan pengembangan perangkat keras dengan perangkat lunak dengan meniadakan perubahan saat pengembangan. Padahal, galat diketahui saat perangkat lunak dijalankan, dan perubahan-perubahan akan sering terjadi. Oleh karena terlalu sederhana, Waterfall kemudian mengalami modifikasi untuk meminimalisir beberapa kelemahan dan meningkatkan banyak keuntungan. Di antaranya adalah V-Model dan di tahun 2006 muncul Dual Vee Model dari Kevin Forsberg dan Harold Mooz.

Metode WaterFall ini sendiri dapat digunakan salah satunya pada Sistem pakar penyakit jantung.

Penutup Beberapa sumber membuat kesimpulan bahwa tidak ada satupun model yang cocok untuk proyek pembuatan software. Ini bukan berarti model-model tersebut salah, tetapi penggunaan lebih dari satu model sebagai sebuah metodologi sangat dimungkinkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Referensi :

http://www.suburanugerah.com/2011/10/kapan-waterfall-model-digunakan.html

 

Perbedaan Platform dan Sistem Operasi

Platform

Platform adalah arsitektur hardware/fondasi/standar bagaimana sebuah sistem dimana aplikasi/program dapat berjalan; atau bisa juga dikatakan Platform adalah dasar dari teknologi dimana teknologi yang lain atau proses-proses dibuat. Sebuah Platform terdiri dari sistem operasi yaitu program sistem koordinasi komputer yang memberikan perintah-perintah kepada prosesor dan hardware untuk melakukan operasi-operasi logis dan mengatur pergerakan data di komputer. Banyak orang beranggapan bahwa Platform dan Sistem Operasi adalah sama, namun pada kenyataanya tidak. Platform merupakan dasar atau tempat dimana sistem operasi bekerja, tanpa platform sistem operasi tidak akan bisa berjalan.

Contoh platform : PC, MAC, PDA/Smartphone, Xbox, PS3, Nintendo Wii, psp dll

Sistem Operasi

Sistem Operasi adalah sistem yang menkoordinir komputer dengan memberikan perintah-perintah kepada prosesor dan hardware untuk melakukan operasi-operasi logis yang diperintahkan, SO juga bertanggung jawab dalam mengatur pergerakan data di komputer. Sistem Operasi adalah program yang pertama kali dieksekusi atau dijalankan oleh komputer untuk menjalankan program-program atau aplikasi yang ada didalamnya. Sistem Operasi umumnya berfungsi sebagai pengelola sumber daya dan extended machine, selain itu SO juga berfungsi sebagai jembatan antara software dengan hardware komputer, dimana perintah-perintah yang dimasukkan melalui software dijalankan atau diproses oleh hardware.

Contoh Sistem Operasi : Windows , Linux, Mac OS, Android,IOS WindowsPhone, dll. KESIMPULAN Jadi dapat disimpulkan bahwa platform adalah hardware apa yang sedang software jalankan. Sistem operasi adalah apa-apa yang hardware butuhkan sehingga dia bisa berjalan. Platform merupakan bagian dari sistem operasi, tapi sistem operasilah yang mengatur lengkap dari sistem komputer.

Referensi : http://uniquesciences.wordpress.com/2012/10/04/pengertian-dan-perbedaan-platformdan-dan-sistem-operasi/